Cek Jadwal Semarang Mati Listrik Selasa 28 Juli 2026, di Wilayah Ini
Anggara Jiwandhana
Senin, 27 Juli 2026 14:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Bagi Warga Kota Semarang yang beraktivitas di kawasan Semarang Timur, ada informasi penting terkait adanya jadwal Semarang mati listrik besok.
PLN ULP Semarang Timur mengumumkan agenda pemeliharaan jaringan berkala yang akan membuat beberapa titik di Semarang mati listrik sementara pada Selasa (28/7/2026).
Langkah pemeliharaan ini dilakukan demi menjaga keandalan pasokan listrik serta keamanan jaringan jangka panjang.
Sesuai jadwal Semarang mati listrik yang dirilis resmi oleh PLN, pemadaman listrik di Semarang direncanakan berlangsung selama kurang lebih 6 jam, dimulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Beberapa kawasan pemukiman dan jalan protokol dipastikan terdampak dalam agenda pemadaman listrik Semarang kali ini.
Wilayah yang masuk dalam daftar cakupan pemeliharaan jaringan listrik adalah sebagai berikut.
Lokasi pemadaman listrik...
Wilayah-wilayah akan mengalami Semarang mati listrik meliputi Jl. Kompol R Soekamto, Perum Bukit Elang, Perum Taman Sari Hills, Perum Pandanaran Hills, Perum Taman Bukit Asri, Perum Argagendhis, serta pemukiman di sekitarnya.
Pihak PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan aktivitas warga selama info Semarang mati listrik ini berlangsung.
Guna menjaga keamanan lingkungan saat wilayah Semarang mati listrik maupun ketika pasokan daya kembali normal, PLN turut menyosialisasikan imbauan keselamatan ketenagalistrikan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendirikan bangunan/baliho/antena dekat jaringan listrik (jarak aman minimal 2,5 meter), menghindari bermain layang-layang atau menerbangkan benda asing di sekitar kabel PLN.
Kemudian tidak melakukan penebangan pohon tanpa koordinasi petugas, serta menghindari penggunaan listrik secara tidak resmi. Sehingga memicu Semarang mati listrik tidak terencana.



