KKN-T 110 Undip Berdayakan KWT Desa Mluweh Lewat Pelatihan Ecoprint
Anggara Jiwandhana
Senin, 27 Juli 2026 15:18:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – KKN-T Tim 110 KHDTK Wanadipa Universitas Diponegoro sukses menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan ecoprint bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), Minggu (19/7/2026) lalu.
Kegiatan yang diikuti oleh 19 anggota KWT ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian peserta dalam mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal.
Dosen Pembimbing Lapangan Anggiresti Kinasih mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut peserta diajak untuk demonstrasi dan praktik langsung.
Peserta diperkenalkan dengan teknik pembuatan motif pada kain menggunakan daun dan pigmen alami tumbuhan.
”Dalam pelatihan anggota KWT terlihat antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif mengajukan pertanyaan selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.
Anggiresti menambahkan, Ecoprint dipilih karena dapat memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Serta berpotensi dikembangkan menjadi produk dengan nilai estetika dan ekonomi.
Sesusai SDGs...
”Keterampilan ini kami harapkan dapat menjadi peluang usaha baru sekaligus mendukung pemberdayaan perempuan,” tambahnya.
Selain ecoprint, Tim KKN-T 110 juga memperkenalkan sejumlah inovasi, yaitu keripik gedebog pisang Kripbog, donat pisang Donana, lilin aromaterapi dari minyak jelantah, silase pakan ternak Silaku, alat komposter, dan pupuk organik cair (POC).
Peserta turut memperoleh materi mengenai sanitasi, kesiapsiagaan bencana, ekonomi dan pemasaran, serta perlindungan hukum untuk memperkuat pengelolaan dan pengembangan produk KWT.
Program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan keterampilan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.
Selian itu, program ini juga selaras dengan SDGs Nomor 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong pemanfaatan bahan-bahan alami dan sumber daya lokal secara berkelanjutan dalam proses produksi yang ramah lingkungan.
”DariKKN-T Tim 110 KHDTK Wanadipa berharap keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh anggota KWT menjadi produk khas yang bernilai jual serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tutupnya.



