Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Demak – Pemprov Jateng terus mengintensifkan berbagai upaya penanggulangan banjir rob di Kabupaten Demak, terutama di wilayah pesisir seperti Kecamatan Sayung. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya sinergi dan pendekatan komprehensif di masalah ini.

“Daerah Sayung benar-benar membutuhkan atensi, bukan hanya atensi saja, tapi kerja nyata,” ujar Taj Yasin saat menanam pohon mangrove bersama warga di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Rabu (28/5/2025).

Beberapa langkah strategis yang telah dan sedang dilakukan Pemprov Jateng menyikapi masalah banjir rob, antara lain penanaman pohon mangrove, normalisasi sungai, serta revitalisasi tanggul. Selain itu, pemerintah pusat turut membangun kolam retensi dan tanggul laut (giant sea wall) sebagai bagian dari proyek pengendalian banjir jangka panjang.

Taj Yasin juga mengungkapkan bahwa usulan dari Pemerintah Kabupaten Demak terkait peninggian jalan telah ditindaklanjuti. Dari total permintaan anggaran sebesar Rp1,7 triliun, Pemprov Jateng saat ini tengah menghitung kebutuhan dana yang diprioritaskan pada perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak, dengan estimasi awal antara Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar.

“Kami tidak bisa hanya meninggikan jalan, tetapi sekaligus harus mengendalikan aliran air,” tegas Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

Normalisasi sungai dan revitalisasi tanggul dinilai penting agar air rob dapat mengalir kembali ke laut dengan lancar dan tidak tertahan di pemukiman warga. Selain itu, penanaman mangrove juga menjadi solusi alami yang berdampak ganda. Disamping mencegah abrasi dan menahan lumpur serta pasir, kawasan mangrove juga diyakini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan perikanan.

Pemprov Jateng memberikan perhatian pada edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari upaya pencegahan banjir rob. Di sisi lain, pembangunan bendungan dan operasionalisasi pompa air terus dioptimalkan untuk mengurangi debit air di wilayah rawan.

Koordinasi...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler