Menurut Kapolres Pekalongan, dalam rekaman CCTV tersebut, pelaku menggunakan sepeda motor dan sempat berputar-balik di sekitar lokasi sebelum melakukan penembakan. Selanjutnya meninggalkan tempat kejadian perkara, setelah melakukan penembakan.
Polres Pekalongan juga telah menemukan barang bukti berupa proyektil peluru di lokasi kejadian. Selanjutnya barang bukti tersebut masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik, untuk diketahui dari jenis senjata apa ditembakan dalam kasus penembakan di Pekalongan ini.
"Sementara untuk proyektil yang kami temukan di lokasi TKP. Kami masih melakukan pemeriksaan analisa oleh Bidlabfor Polda Jateng," kata Kapolres Pekalongan.
Sejauh perkiraan yang ada, proyektil peluru tersebut berbahan timah dan diindikasikan berasal dari senjata api. Sedangkan jenis senjata apinya, bisa merupakan senjata api rakitan atau senjata api jenis revolver.
"Akan tetapi, kami masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan rasa aman kepada korban dan keluarga, kami juga telah menempatkan personel untuk berjaga di rumah korban," kata Kapolres Pekalongan menambahkan.
Murianews, Pekalongan – Penanganan kasus penembakan di Pekalongan memasuki babak baru dengan pemeriksaan saksi. Polres Pekalongan dikabarkan sudah memeriksa setidaknya 9 orang saksi, dan mengumpulkan sejumlah barang bukti dalam kasus penembakan Amat Muzakhim (56).
Korban penembakan di Pekalongan, Amat Muzakhim sendiri merupakan suami Anggota DPRD Jateng Nur Fatwah. Peristiwa penembakan ini terjadi pada Sabtu (14/2/2026) malam WIB, yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal.
Kapolres Pekalongan Rachmad C Yusuf, seperti dilansir Antara memberikan keterangannya pada Selasa (17/2/2026) di Pekalongan. Menurut orang nomor satu di Polres Pekalongan ini, proses pemeriksaan 9 orang saksi, termasuk saksi korban sudah dilakukan secara maraton oleh tim penyidiknya.
"Tim penyidik dari Polres Pekalongan dan Ditreskrimum Polda Jateng sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di lapangan. Kurang lebih ada 9 orang saksi yang kami lakukan pemeriksaan secara maraton dan sudah selesai semua," katanya memberikan pernyataan.
Dalam upaya menguak siapa pelaku penembakan di Pekalongan ini, pihaknya juga telah mengumpulkan informasi melalui sejumlah rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah barang bukti juga sudah dikumpulkan untuk terus menjangkau kasus penembakan di pekalongan ini.
"Dari hasil sementara, pelaku diduga telah menguasai situasi sebelum melakukan aksinya. Dari beberapa rekaman CCTV yang kami kumpulkan dan hasil analisa, memang pelaku setelah dari lokasi kejadian itu langsung bergerak ke arah utara," katanya.
Dari rekaman CCTV yang berkait dengan kasus penembakan di Pekalongan ini, pihaknya telah mempelajari dan menganalisa kejadiannya. Pihaknya menduga, pelaku penembakan sudah memetakan stuasi dan melakukan analisa di lapangan dengan cukup cermat.
Rekaman CCTV...
Menurut Kapolres Pekalongan, dalam rekaman CCTV tersebut, pelaku menggunakan sepeda motor dan sempat berputar-balik di sekitar lokasi sebelum melakukan penembakan. Selanjutnya meninggalkan tempat kejadian perkara, setelah melakukan penembakan.
Polres Pekalongan juga telah menemukan barang bukti berupa proyektil peluru di lokasi kejadian. Selanjutnya barang bukti tersebut masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik, untuk diketahui dari jenis senjata apa ditembakan dalam kasus penembakan di Pekalongan ini.
"Sementara untuk proyektil yang kami temukan di lokasi TKP. Kami masih melakukan pemeriksaan analisa oleh Bidlabfor Polda Jateng," kata Kapolres Pekalongan.
Sejauh perkiraan yang ada, proyektil peluru tersebut berbahan timah dan diindikasikan berasal dari senjata api. Sedangkan jenis senjata apinya, bisa merupakan senjata api rakitan atau senjata api jenis revolver.
"Akan tetapi, kami masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan rasa aman kepada korban dan keluarga, kami juga telah menempatkan personel untuk berjaga di rumah korban," kata Kapolres Pekalongan menambahkan.