Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Demak - Menyusul terjadinya banjir besar di sejumlah wilayah Demak beberapa hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Demak menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana alam lainnya. Keputusan ini dilakukan setelah melihat perkembangan yang terjadi.

Bupati Demak Eisti’anah seperti dilansir dari Antara menegaskan hal ini pada Rabu (18/2/2026). Keputusan ini untuk menetapkan status tanggap darurat bencana ini dilakukan untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi bagi semua jajaran dalam menangani bencana banjir yang terjadi.

Pemkab Demak juga dikatakan sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Jateng dan BNPB terkait banjir yang terjadi di Kabupaten Demak. Langkah-langkah ini diharapkan bisa segera menyatukan potensi-potensi yang ada dalam upaya penanganan bencana banjir.

Sementara itu, Pelaksana Tugas BPBD Demak Agus Sukiyono menyebutkan banjir masih terjadi di beberapa desa di sejumlah kecamatan. Diantaranya di Kebonagung, Guntur, Mranggen, dan Sayung. Namun, secara umum genangan banjir mulai surut dan kondisi mulai berangsur normal.

Banjir Demak, yang terjadi di wilayah Sayung disebutkan terjadi akibat meluapnya Sungai Dombo. Hingga Rabu (18/2/2026) genangan di sejumlah wilayah lain mulai surut, termasuk di Tlogoweru, Kebonagung, serta Perumahan Arion di Mranggen. Dapur umum yang sebelumnya beroperasi juga mulai ditarik.

Meski demikian, pemantauan situasi banjir tetap dilakukan, terutama di wilayah yang terdampak jebolnya tanggul di Pilangwetan. Luapan air akibat tanggul jebol ini telah menyebabkan genangan air di Desa Tlogosih, dan membutuhkan waktu lama untuk surut.

Banjir Demak juga disebabka karena jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Kejadian ini bahkan sempat memutus akses Jalan Grobogan–Semarang di wilayah Kebonagung. Situasi terkini, genangan air juga dilaporkan sudah mulai berangsur surut.

14 Hari ke depan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler