Tujuh Kabupaten di Jateng Berstatus Siaga Curah Hujan Tinggi
Budi Santoso
Sabtu, 21 Februari 2026 20:42:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Cilacap – Status Siaga curah hujan tinggi akan dialami tujuh kabupaten di Jawa Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan status ini di tujuh kabupaten di Jateng pada Dasarian III Februari 2026, menyusul prakiraan akumulasi hujan hingga 300 milimeter per dasarian.
“Status siaga menandakan potensi hujan menengah hingga lebat terjadi berulang dalam satu dasarian dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir maupun tanah longsor, sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan,” kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo di Cilacap, Sabtu (21/2/2026) dilansir Antara.
Status siaga curah hujan tinggi tersebut, menurut Teguh Wardoyo sudah tercantum dalam peringatan dini cuaca dan iklim Dasarian III Februari 2026. Data tersebut dikeluarkan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II.
Tujuh kabupaten di Jateng yang berstatus siaga curah hujan tinggi akan meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banjarnegara. Wilayah ini berpotensi mengalami curah hujan berkisar 200-300 milimeter per dasarian.
BMKG juga memprediksi ada sejumlah wilayah yang akan memiliki status waspada curah hujan tinggi (150-200 milimeter per dasarian). Cakupannya lebih luas, meliputi Kota Semarang, Surakarta, Salatiga, Tegal, dan Pekalongan, serta Kabupaten Cilacap.
Kemudian Kabupaten Banyumas, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Semarang, Kendal, Demak, Kudus, dan Jepara. Status waspada curah hujan tinggi akan berlaku pada wilayah-wilayah tersebut.
“Secara umum, seluruh zona musim di wilayah Jawa Tengah masih berada pada periode musim hujan, sehingga peluang kejadian hujan lebat masih cukup tinggi, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan,” katanya menjelaskan.
Akumulasi Hujan...
- 1
- 2



