Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Insiden atap ambruk di SDN 2 Sribit, Klaten, Kamis (2/4/2026) memaksa puluhan siswa menjalani kegiatan belajar mengajar dalam kondisi darurat. Di balik kejadian ini, tersimpan kisah tentang bangunan tua yang rapuh dan perjuangan guru serta siswa agar pendidikan tetap berjalan.

Peristiwa atap ambruk SDN 2 Sribit Klaten, seperti dilansir detikJateng hingga Senin (6/4/2026), masih menyisakan dampak hingga kini. Proses pembersihan terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat.

Tiga ruangan yang terdampak dari kejadian atap ambruk SDN 2 Sribit ini adalah ruang kelas 1, kelas 2, dan perpustakaan. Bagian-bagian ini mulai dibersihkan secara bertahap.

Menurut detikJateng, atap genteng diturunkan dari atap yang sudah melengkung dan berisiko bisa mengalami roboh susulan. Meski tampak masih layak pakai, struktur kayu penopang atap justru menjadi sumber masalah.

Banyak bagian kuda-kuda ditemukan lapuk, diduga akibat rayap dan rembesan air dalam waktu lama. Sehingga menimbulkan kerawanan bisa sewaktu-waktu roboh lagi.

Akibat atap ambruk SDN 2 Sribit Klaten ini, aktivitas belajar mengajar terpaksa dialihkan ke ruang seadanya. Siswa kelas 5 yang jumlahnya sedikit belajar di ruang kepala sekolah. Sementara itu, siswa kelas 2 dipindahkan ke ruang kelas 5, dan kelas 1 menggunakan ruang guru sebagai tempat belajar sementara.

Total ada 32 siswa SDN 2 Sribit Klaten yang terdampak dari runtuhnya atap sekolah mereka.. Meski ruang terbatas, kegiatan belajar tetap berlangsung agar siswa tidak tertinggal pelajaran.

Sudah Rapuh...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler