Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Purbalingga – Sebanyak 16 anak panti asuhan Putri Aisyiyah Darul Barokah di Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, diduga mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak yang diterima sebagai donasi pada Jumat (24/1/2025).

Kapolsek Kalimanah, AKP Mubarok mengatakan, pihaknya menerima laporan dugaan keracunan pada Sabtu (25/1/2025) pukul 07.30 WIB.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi para korban keracunan dan melakukan penyelidikan.

”Makanan dalam bungkusan nasi kotak tersebut terdiri dari nasi, ayam, tempe, timun, dan sambal. Namun, beberapa jam setelahnya, sejumlah anak mulai merasakan gejala mual, pusing, dan sakit perut,” ujar Mubarok dikutip dari Detikjateng.com, Sabtu (25/1/2025).

Gejala awal dialami oleh tiga anak pada pukul 18.30 WIB, namun jumlah korban terus bertambah hingga dini hari, dengan beberapa anak mengalami muntah-muntah.

Melihat kondisi tersebut, pengasuh panti segera berkoordinasi dengan bidan desa dan membawa anak-anak yang sakit ke Puskesmas Kalimanah pada Sabtu pagi.

Dari 16 anak yang menunjukkan gejala keracunan, 13 anak dirawat di Puskesmas Kalimanah, sementara tiga anak dirujuk ke PKU Muhammadiyah Purbalingga.

Gejala mual...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler