Gubernur Ahmad Luthfi Berencana Replikasi PPRT ke Seluruh Jateng
Cholis Anwar
Minggu, 12 April 2026 18:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Batang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong agar Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT) Kabupaten Batang menjadi role model atau percontohan bagi daerah lain di Jawa Tengah.
Langkah ini diambil mengingat peran krusial Ketua RT sebagai ujung tombak pembangunan dan stabilitas keamanan di tingkat akar rumput.
Hal tersebut ditegaskan Ahmad Luthfi saat menghadiri acara Ziarah Kebangsaan PPRT Kabupaten Batang dalam rangka HUT ke-60 Kabupaten Batang di Kompleks Makam Sunan Kajoran, Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Minggu (12/4/2026).
Menurut Ahmad Luthfi, soliditas di tingkat RT merupakan fondasi utama dalam menjamin ketentraman warga. Di Jawa Tengah sendiri, tercatat terdapat sekitar 204 ribu RT yang memegang peran sentral dalam distribusi informasi dan pengawalan program pemerintah.
”Saya akan coba Kabupaten Batang ini menjadi percontohan atau role model PPRT di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Sebagai langkah konkret, Gubernur berencana menginisiasi program pendidikan dan pelatihan khusus bagi para Ketua RT agar mereka lebih memahami tugas pokok dan fungsinya dalam melayani masyarakat.
PPRT Kabupaten Batang memiliki keunikan tersendiri karena menjadi satu-satunya organisasi wadah para Ketua RT yang ada di tingkat provinsi maupun nasional.
Organisasi ini didirikan pada 7 Juli 2017 dan kini telah beranggotakan ribuan pengurus RT dari berbagai desa di Batang.
Rasa Syukur...
Dewan Pendiri PPRT Kabupaten Batang Zainal Muttaqin menjelaskan, organisasainya berdiri pada 7 Juli 2017. Sejak tahun itu, setiap tahun digelar ziarah kebangsaan sebagai rasa syukur dan penghormatan kepada jasa para pahlawan. Juga menghayati perjuangan para leluhur.
”Kepada gubernur dan bupati, kami berharap para RT ini mendapatkan bimbingan pelatihan, sehingga tahu apa yang jadi tugas pokoknya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan akan berupaya meningkatkan kesejahteraan para pengurus RT. Kuncinya adalah pemerintah daerah bagus bisa mandiri secara fiskal lebih dulu.
Salah satu caranya adalah meningkatkan kepercayaan agar investasi ramai masuk ke Batang, juga pada sektor perhotelan, pariwisata, dan lainnya.
”Kita jaga keguyuban agar Batang tambah ramai, sehingga PAD bisa ditingkatkan dan mandiri secara fiskal,” katanya.
Menurut dia, peran RT sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial, serta menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing.
”Kegiatan ini diharapkan, dapat memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Batang maupun Jawa Tengah,” ujarnya.



