Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Lebih dari 60 persen pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah perempuan. Hal ini menunjukkan perempuan itu ulet, lebih tahan, dan semangatnya luar biasa.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno di sela acara Final Day and Awarding Night Woman Ecosystem Catalyst (WEC), di Openaire Resto Semarang, Kamis (6/6/2024) malam.

Melihat realitas itu, Sumarno mendorong peningkatan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan wirausaha. Sebab, potensi perempuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya cukup besar.

Ditambahkan, Pemprov Jateng juga terus berupaya memfasilitasi pelaku UMKM agar dapat terus berkembang. Salah satunya, dengan menggelar event pameran, pelatihan, dan program lainnya, dengan menggandeng Bank Indonesia, HM Sampoerna, maupun stakeholder terkait.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kegiatan WEC. Program yang diinisasi Dinas Koperasi dan UKM Jateng dengan HM Sampoerna tersebut mengajarkan perempuan wirausaha membuat produk berkualitas, tata kelola keuangan bisnis, branding, perluasan jaringan pemasaran, dan sebagainya.

”Hasil kegiatan ini dapat membangun ekosistem alumni. Nanti teman-teman HM Sampoerna juga akan menghubungkan dengan para pengusaha-pengusaha yang sukses,” katanya, dilansir dari laman Pemprov Jateng, Sabtu (8/6/2024).

Menurut Sumarno, selain merupakan sarana pemberdayaan UMKM dan startup, program WEC menjadi bagian dari mengurangi angka pengangguran.

Sementara itu, Representative WEC Sinta Arum mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2021, tercatat sebanyak 64 persen UMKM dikelola oleh perempuan. Karena itu, pihaknya menciptakan program pengembangan bisnis khusus perempuan dan organisasi perempuan.

”Harapannya dengan adanya WEC ini, teman-teman pelaku UMKM bisa meningkatkan skala bisnisnya. Selain itu juga bisa mempertemukan dengan berbagai stakeholder supaya menambah jaringan,” harapnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler