Minim Regenerasi, Profesi Dukun Bayi di Temanggung Makin Berkurang
Dani Agus
Rabu, 8 Januari 2025 21:30:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Temanggung – Hingga saat ini, masih ada warga di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang menjalani profesi sebagai dukun bayi. Sayangnya, jumlah profesi dukun bayi ini semakin berkurang seiring perkembangan zaman.
Padahal, keberadaan dukun bayi ini sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama kaum ibu yang hendak melahirkan sampai 40 hari pascapersalinan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr Intan Pandanwangi Bandanawati mengatakan, sampai saat ini keberadaan dukun bayi memang sangat membantu. Terutama dalam membantu kesehatan ibu dan anak, setelah proses persalinan.
Hal itu biasanya terjadi di desa-desa yang mungkin jauh dari fasilitas kesehatan, sehingga peran dukun bayi bisa dikatakan sangat vital. Namun demikian, ia mengakui untuk proses regenerasi sangat minim, dan posisinya saat ini menjadi penolong sekunder dari tenaga kesehatan.
”Dukun bayi memang untuk membantu ibu anak yang sudah melahirkan. Sementara ini yang ada memang harus kita latih, tapi untuk regenerasinya sepertinya memang sudah berkurang. Sudah tidak seperti dulu-dulu lagi,” jelasnya, saat peresmian gedung baru Puskesmas Tembarak, Senin (6/1/2025).
Pihaknya sejauh ini kerap melakukan penyuluhan kepada para dukun bayi, terkait bagaimana melakukan perawatan ibu dan anak yang baru dilahirkan. Tujuannya supaya penanganannya bisa baik dan benar sesuai prosedur.
Namun, ketika ditanya upaya regenerasi sejauh ini belum ada. Padahal jumlah dukun bayi semakin hari semakin berkurang.
”Kita lakukan penyuluhan. Untuk jumlah dukun bayi kok tidak pasti, karena sudah sepuh-sepuh regenerasinya sudah berkurang,” katanya dilansir dari laman Pemkab Temanggung.
Secara Turun Temurun...
- 1
- 2



