Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Tidak saja umat Buddha, momen pelepasan lampion Waisak di Candi Borobudur tiap tahun selalu ramai diikuti warga berbagai daerah. Bagi masyarakat, menerbangkan lampion memberi pengalaman tersendiri. Karena memberi harapan dan cita cita terwujud.

Dalam kesempatan itu, ribuan umat Buddha mengikuti meditasi detik detik Waisak di lapangan Kenari Zona satu pelataran Candi Agung Borobudur Kabupaten Magelang, Senin (12/5/2025) malam.

Dalam momen itu turut dilantunkan mantra parita suci bagi terciptanya perdamaian dunia. 

Detik detik Waisak 2569 Budhis Era (BE) jatuh pada pukul 23.55.WIB yang ditandai dengan pemukulan genta. Ribuan umat kemudian larut dalam hening meditasi dengan sikap anjali.

Meditasi dipimpin Rohaniawan Buddha Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera yang juga menyampaikan wejangan dhamma Sang Buddha.

Adapun tema Waisak tahun ini yakni Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia.

Sebelumnya, para umat Buddha juga melantunkan mantra parita suci untuk kedamaian dan perdamaian. Mereka mayoritas mengenakan pakaian putih, duduk berjajar menghadap relik sang Buddha Gautama.

Mengelilingi Borobudur... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler