Tradisi Ruwat Rawat Borobudur Diusulkan Masuk Daftar WBTB Unesco
Dani Agus
Senin, 29 September 2025 21:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Magelang – Tradisi Ruwat Rawat Borobudur (RRB) di kasawan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diusulkan masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Unesco.
Tradisi RRB ini sudah lebih dari dua dekade dilestarikan oleh Komunitas Brayat Panangkaran Borobudur Kabupaten Magelang.
Kabar RRB diusulkan masuk daftar WBTB tersebut disampaikan Tokoh Brayat Panangkaran Sucoro Setrodiharjo.
”Kabar gembira itu hasil kerja tim selama ini, 23 tahun lebih menggelar RRB,” kata budayawan berusia 74 tahun tersebut, Sabtu (27/9/2025), dilansir dari laman Pemkab Magelang.
Menurut Sucoro, kegiatan RRB diusulkan menjadi warisan budaya tak benda ke Unesco itu bermula dari tulisan artikel hasil penelitian yang tayang di salah satu jurnal internasional.
Saat ini, lanjut Sucoro, kabar tersebut baru mau masuk ke proses pembahasan dan berharap usulan diterima Unesco.
”Ini (kabar) masih di tataran kita sendiri, suatu kebanggaan karena tulisan itu direspon oleh jurnal internasional,” jelas Sucoro.
Sementara itu, Novita Siswayanti, penulis utama artikel menceritakan usulan ke Unesco itu bermula pada 2023 melakukan riset dan meneliti tentang nilai spiritualitas yang diusung oleh Ruwat Rawat Borobudur dalam menjaga identitas nasional.
”Hasil penelitian mandiri yang diajukan dan telah dipublish oleh jurnal Heritage & Society, jurnal Scopus bereputasi tinggi Q1 itu betul tulisan saya bersama Pak Sucoro dan penelitian itu sudah berlangsung tiga tahun lewat observasi partisipan di 12 acara ritual RRB oleh Brayat Panangkaran.
Riset Tiga Tahun...
- 1
- 2



