Inovatif, Warga Boyolali Olah Limbah Peternakan dan Gulma Jadi Biogas
Dani Agus
Kamis, 13 November 2025 10:01:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Prosesnya kami ambil batang dan daun. Akar kita pisahkan. Setelah itu kita masukkan di portable IPAL. Kami fermentasi selama 21 hari dan terjadi gas,” katanya.
Dalam prosesnya, gas dari gigester dialirkan ke ban bekas untuk menyimpan biogas dan sudah bisa digunakan untuk memasak dengan disambungkan ke kompor.
”Setelah kami mendapatkan ilmu dari Pertamina Patra Niaga bagaimana eceng gondok ini bermanfaat, kami mendapatkan ilmu, kami olah menjadi listrik dan pupuk,” katanya.



