Akibat bencana alam ini, banyak menimbulkan korban jiwa. Selain itu, banyak warga kehilangan harta benda hingga rusaknya sarana dan prasarana umum.
Kejadian yang berlangsung pada malam hari ini membuat banyak warga tidak bisa menyelamatkan diri.
Sebanyak 23 orang berhasil selamat dan belasan luka-luka. Kemudian, 21 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dalam proses pencarian selama sepuluh hari.
Sementara dua korban lagi tidak berhasil ditemukan dan dikenang melalui prosesi tabur bunga di lokasi bencana.
Murianews, Kudus – Beragam bencana alam masih marak terjadi di wilayah Jawa Tengah sepanjang tahun 2025. Ada banjir, tanah longsor hingga puting beliung.
Akibat bencana alam ini, banyak menimbulkan korban jiwa. Selain itu, banyak warga kehilangan harta benda hingga rusaknya sarana dan prasarana umum.
Berikut bencana alam paling memilukan di Jawa Tengah tahun 2025 yang dirangkum Murianews.com:
Bencana Longsor di Kabupaten Cilacap
Bencana longsor terjadi Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Kamis (13/11/2025) malam. Bencna ini menimbun puluhan permukiman warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut.
Kejadian yang berlangsung pada malam hari ini membuat banyak warga tidak bisa menyelamatkan diri.
Sebanyak 23 orang berhasil selamat dan belasan luka-luka. Kemudian, 21 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dalam proses pencarian selama sepuluh hari.
Sementara dua korban lagi tidak berhasil ditemukan dan dikenang melalui prosesi tabur bunga di lokasi bencana.
Bencana Longsor di Banjarnegara...
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerugian material. Antara lain, 16 rumah roboh atau hilang, 25 rumah terancam, hingga lahan pertanian terdampak longsor.
Akibat bencana lonsgor, ratusan warga terpaksa mengungsi di sejumlah lokasi maupun di rumah sanak saudara.
Penanganan bencana juga cepat dilakukan. Selain pencarian dan mengevakuasi para korban, pemerintah juga menyiapkan dapur umum. Kemudian, disiapkan pula hunian sementara bagi warga terdampak bencana.
Bencana Longsor di Kabupaten Banjarnegara
Selain di Cilacap, bencana longsor juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara. Tepatnya, di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum.
Bencna longsor di Desa Pandanarum berlangsung pada Minggu (16/11/2025) atau hanya berselang tiga hari dari kejadian serupa di Cilacap.
Jika di Cilacap berlangsung malam hari, bencana longsor di Banjarnegara terjadi pada sore hari. Meski demikian, kejadian ini juga menimbulkan banyak korban jiwa.
Selama sepuluh hari operasi SAR dilangsungkan, sebanyak 17 korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dan dua potongan tubuh manusia. Di antara korban meninggal ini, ada lima orang yang merupakan satu keluarga.
Meski seluruh metode pencarian telah diterapkan, sebanyak 11 korban lainnya tidak berhasil ditemukan.
Zona Merah...
Operasi SAR terhadap korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan pada Selasa (25/11/2025).
Keputusan ini diambil melalui evaluasi menyeluruh yang melibatkan seluruh unsur terkait, dan menjadi pilihan yang sangat berat bagi semua pihak, khususnya keluarga korban yang masih menanti kabar orang-orang yang mereka cintai.
Sebagian besar keluarga dan kerabat korban hadir dalam prosesi penutupan operasi SAR, yang dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga di lokasi longsor.
Selain korban jiwa, bencana longsor ini juga mengakibatkan empat warga luka-luka, 1.019 jiwa dari 343 KK mengungsi di lima lokasi pengungsian dan rumah warga.
Kerugian material mencakup 206 rumah roboh, termasuk dua unit masjid, satu musala, jalur antar desa sepanjang 800 meter tertutup material, saluran irigasi 670 meter terdampak hingga persawahan.
Tahapan pemulihan wilayah terdampak kini menjadi fokus utama BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan instansi terkait lainnya.
Langkah awal meliputi relokasi warga dari zona merah yang dinyatakan tidak aman untuk hunian, serta perataan rumah yang berada di wilayah rawan untuk mencegah risiko tambahan.
Sebelum proses ini dilakukan, warga diberikan kesempatan untuk mengambil barang-barang penting mereka dengan pendampingan petugas.
Banjir di Jalur Pantura Batang...
Dalam waktu dekat, BNPB akan merampungkan penyediaan 50 hunian sementara (huntara) tahap awal, yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap (huntap) dalam perencanaan jangka menengah.
Targetnya, seluruh unit huntara rampung sebelum akhir Desember. Penyaluran santunan bagi keluarga korban sesuai ketentuan pemerintah juga akan segera dilaksanakan oleh Dinas Sosial.
Banjir di Jalur Pantura Batang, Ramai di Media Sosial
Bencana banjir melanda wilayah jalur Pantura Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/1/2025) pagi. Kondisi banjir hari ini dibagikan di beberapa platform media sosial.
Dalam video yang diunggah terlihat kondisi jalan raya yang tergenang cukup tinggi, hampir selutut orang dewasa. Telihat kendaraan melaju pelan di area banjir. Sementara banyak sepeda motor yang merayap menjerjang banjir.
Dampak banjir mengakibatkan akses masyarakat terganggu. Selain itu, perjalanan kereta api dikabarkan juga sempat terhenti akibat jalur kereta terendam banjir.
Tak hanya sekali, bencana banjir menggenangi daerah sekitar Jalan Pantura Desa Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, pada Selasa (25/3/2025). Banjir tersebut disebabkan oleh hujan deras yang menguyur wilayah itu seharian.
Jalan Raya Pantura Batang, tepatnya di Desa Bakalan, Kecamatan Kandeman, Batang, sempat banjir akibat hujan terus menerus. Warga menyebut banjir dipicu buruknya drainase.
Dalam video di media sosial, nampak genangan air cukup tinggi yang menggenangi jalan Pantura. Tidak sedikit motor mogok akibat nekat menerjang banjir.
Kemudian, bencana banjir menggenangi daerah sekitar Jalan Pantura Desa Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang juga terjadi pada Kamis (4/12/2025).
Banjir Rob Demak...
Banjir Rob di Kabupaten Demak
Bencana banjir rob beberapa kali terjadi Kabupaten Demak pada tahun 2025. Dampak banjir sempat melumpuhkan akses di jalur pantura Demak.
Banjir rob yang cukup parah terjadi pada bulan Juni 2025. Ketinggian banjir yang mencapai 50 sentimeter membuat jalur pantura macet.
Selain itu, banyak rumah warga di wilayah Kecamatan Sayung juga terdampak banjir rob. Wilayah ini paling parah terdampak banjir rob.
Ada ribyan kepala keluarga terdampak langsung oleh banjir rob melanda wilayah Demak itu. Selain itu, sarana dan prasarana umum juga banyak yang terendam air sehingga cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
Untuk mengatasi bencana ini, Pemprov Jateng menyalurkan 28 unit mesin pompa air kepada 26 desa yang tersebar di tiga kecamatan untuk menangani banjir rob di Kabupaten Demak.
Desa penerima bantuan pompa air ini berada di Kecamatan Sayung, Karangtengah, dan Bonang. Mesin pompa air ini diharapkan bisa digunakan secara mandiri oleh pemerintah desa untuk mengurangi genangan rob maupun banjir.
Di samping itu, beragam bantuan lainnya juga disalurkan Pemprov Jateng, Pemkab Demak, serta berbagai pihak lainnya.
Terkait banjir rob ini, ratusan ribu warga warga NU (Nahdliyin) dari berbagai penjuru Kabupaten Demak sampai menggelar aksi istigasah kemanusiaan banjir rob di jalan Pantura Demak, tepatnya depan PT Polytron Sayung, Minggu (15/6/2025) siang.
Taj Yasin Minta Maaf...
Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Plh Bupati Demak Muhammad Badruddin, pengurus PCNU Demak dan puluhan ribu warga.
Dalam kesempatan itu, Wagub Taj Yasin Maimoen mengatakan, selama ini sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangani masalah banjir rob di Demak tersebut.
Meski demikian, upaya itu memang belum bisa sepenuhnya mengatasi bencana banjir rob yang sudah berlangsung lama tersebut. Atas kondisi itu, Gus Yasin pun menyampaikan permintaan maaf pada warga.
”Maka kalau siapa yang salah, saya yang salah. Selama lima periode tahun lalu saya belum bisa menangani, saya yang salah. Saya yang tidak perhatian terhadap panjenengan semua. Jangan salahkan siapa-siapa, saya yang salah. Atas nama pribadi tentu mohon maaf sebesar-besarnya kepada panjenengan semua,” kata Gus Yasin.
Gus Yasin menyebut, ikhtiar lahir sudah dilakukan pemerintah guna mengatasi banjir rob itu. Mulai dari pembangunan tanggul laut hingga pengerahan alat berat untuk memperbaiki infrastruktur.
Gus Yasin juga menyampaikan langkah pemerintah pusat yang akan membangun tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) di Pulau Jawa. Rencana itu, telah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraannya.