Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Demak – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini berangsur surut. Kondisi ini membuat sebagian warga yang sebelumnya mengungsi di sejumlah lokasi, pulang ke rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Sukiyono menyatakan, dari hasil monitoring di lapangan, tersisa 12 jiwa yang masih bertahan di Madrasah Diniyah Dukuh Sindon, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.

BPBD mendapat informasi belasan warga yang masih di pengungsian itu juga berencana pulang ke rumahnya pada hari ini karena genangan banjir sudah surut, sehingga mereka perlu melakukan bersih-bersih rumahnya.

Sementara itu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mulai melakukan perbaikan enam lokasi tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang yang tersebar di dua desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyusul mulai menurunnya debit air sungai tersebut.

”Masing-masing lokasi tanggul jebol diterjunkan alat berat untuk percepatan perbaikan tanggul, senyampang debit airnya menurun," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Sukiyono, dilansir dari Antara Jateng, Minggu (5/4/2026).

Hal itu, kata dia, bisa diketahui dalam penanganan tanggul jebol di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, menggunakan dua unit ekskavator.

Camat Guntur Sukardjo membenarkan bahwa para pengungsi yang sebelumnya menempati aula kantor kecamatan ada 114 jiwa, hari ini pukul 10.00 WIB sudah pulang ke rumahnya masing-masing, karena banjir mulai surut.

Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak disebabkan debit air Sungai Tuntang yang melintasi Kabupaten Demak melebihi daya tampung, menyusul intensitas curah hujan tinggi di kawasan hulunya. Sedangkan di Kabupaten Demak sendiri dalam kondisi cuaca cerah.

Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler