Ahmad Luthfi Dorong Penerbangan Langsung Semarang-Singapura Dipercepat
Murianews
Selasa, 1 Juli 2025 19:22:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Lebih dari itu, penerbangan langsung Semarang-Singapura juga diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi lain di Jawa Tengah, khususnya sektor pariwisata.
Luthfi berambisi agar event internasional yang ada di Singapura dapat dikoneksikan dengan pariwisata di Jawa Tengah. Hal ini mengingat Jateng memiliki event berskala internasional seperti Borobudur Marathon yang menarik banyak pelari mancanegara.
”Kuncinya penerbangan harus dibuka dari/ke Singapura. Identiknya orang Indonesia ke Singapura itu belanja dan berobat, banyak yang ke Singapura tapi harus ke Jakarta dulu. Saya dulu sering menemani istri yang dirawat di Singapura, jadi Singapura sudah seperti rumah kedua bagi saya,” ujarnya.
Sementara Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, menyambut baik keinginan Gubernur Ahmad Luthfi.
Ia memaparkan, sekitar tahun 2019 sudah ada rencana untuk membuka rute baru dari maskapai di Singapura, namun tertunda akibat pandemi Covid-19.
”Tentang penerbangan langsung dari Singapura ke Semarang akan terus saya dukung. (Penerbangan) semua bandara harus dibuka, dulu sempat direncakan tapi kena covid. Sekarang covid sudah tidak ada, maka penerbangan 13 titik dari Singapura ke Indonesia akan ditawarkan, Semarang salah satunya,” kata Kwok.
Kwok menjelaskan, penundaan pembukaan penerbangan pada 5 September itu dikarenakan perlunya waktu untuk menyiapkan armada. Namun, ia berjanji akan mengkomunikasikan lagi dengan pimpinan di Singapura agar pembukaan rute tersebut dapat segera terwujud.



