Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, SragenBanjir yang melanda Kabupaten Sragen, Jawa Tengah diketahui telah merendam ratusan rumah dengan ketinggian bervariasi di enam kecamatan.

Usut punya usut, banjir parah ini disebabkan oleh meluapnya anak sungai Bengawan Solo yang diguyur hujan deras sejak Senin (20/1/2025) sore.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, hingga Selasa (21/1/2025) kemarin, total ada enam kecamatan yang dilanda banjir. Sedangkan warga yang terdampak berjumlah 946 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Triyono Putro mengatakan bahwa banjir mulai terjadi pada Senin sekitar pukul 20.00 WIB.

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Sukodono, Tanon, Sambungmacan, Sidoharjo, Sragen, dan Jenar.

Total ada sekitar 243 rumah yang terendam, 2 unit masjid terdampak, dan lebih dari 10 hektare sawah tergenang.

Banjir ini juga menyebabkan sekitar 309 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 946 jiwa terdampak.

”Sebanyak 127 KK atau 311 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman,” ujarnya seperti dilansir Kompas.com.

Daftar Rumah Terendam Banjir...

Berikut jumlah kecamatan yang terdampak banjir di Sragen, berdasarkan data dari BPBD setempat Selasa (21/1/2025) siang:

Kecamatan Sukodono

Desa Juwok: 83 rumah terendam, 92 KK terdampak (238 jiwa), 44 KK (95 jiwa) mengungsi. Warung makan: 1 unit terdampak.

Kecamatan Tanon

Desa Kalikobok: 3 rumah terendam, 4 KK terdampak (9 jiwa). Desa Pengkol: 111 rumah terendam, 115 KK terdampak (453 jiwa), 30 KK (76 jiwa) mengungsi. Persawahan: ±10 hektar terendam.

Kecamatan Sidoharjo

Desa Sribit: 3 rumah terendam, 3 KK terdampak (10 jiwa). Desa Pandak: Akses jalan dan beberapa rumah tergenang.

Kecamatan Sambungmacan

Desa Cemeng dan Banaran: 20 rumah terendam, 76 KK terdampak (181 jiwa). Fasilitas peribadatan: 1 unit terendam.

Kecamatan Sragen

Desa Tangkil: 9 rumah terendam, Genangan setinggi ±20 cm di beberapa wilayah.

Kecamatan Jenar

Desa Mlale dan Kandangsapi: 23 rumah terendam, 23 KK terdampak (64 jiwa), seluruh korban mengungsi ke rumah tetangga.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler