Atasi Banjir Semarang, 25 Mesin Pompa Dikerahkan di 4 Lokasi Kritis
Supriyadi
Sabtu, 25 Oktober 2025 09:56:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengerahkan 25 mesin pompa air berbagai kapasitas untuk mengatasi banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Dari 25 mesin tersebut, total kapasitas daya sedot mencapai 25.000 liter per detik. Langkah ini diharapkan bisa membuat banjir cepat surut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan telah dilakukan untuk memaksimalkan upaya pengurangan genangan banjir.
”25 mesin pompa dari berbagai instansi, kapasitas total mencapai 25 ribu liter per detik,” kata Wali Kota Agustina Wilujeng seperti dilansir Antara, Sabtu (25/10/2025).
Agustina menjelaskan puluhan mesin pompa tersebut disebar dan dioptimalkan kerjanya di empat lokasi vital yang kerap menjadi titik genangan, yaitu Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru
Meskipun sebagian besar mesin pompa telah dioperasikan, Wali Kota mengakui bahwa masih terdapat kendala teknis di beberapa titik. Ia mencontohkan mesin pompa di Pasar Waru yang masih dalam proses konstruksi.
Untuk mengantisipasi hal ini, Pemkot mendatangkan mesin dari daerah lain agar genangan banjir dapat segera dialirkan menuju Kanal Banjir Timur Semarang.
Banjir yang melanda sebagian wilayah Semarang, khususnya di Kecamatan Genuk dan Gayamsari, dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Penanganan Darurat...
- 1
- 2



