Gubernur Jateng Desak Pusat Segera Keruk Kolam Retensi Terboyo
Supriyadi
Kamis, 30 Oktober 2025 10:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, mendesak pemerintah pusat untuk segera mempercepat pengerukan dan normalisasi Kolam Retensi Terboyo.
Langkah ini dinilai krusial untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang di Kota Semarang dan Kabupaten Sayung, Demak, selama beberapa hari terakhir.
Permintaan ini disampaikan Gubernur Luthfi saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Banjir di Semarang, Rabu (29/10/2025).
”Kami usulkan agar Kolam Retensi Terboyo diperlebar dan perdalam,” tegas Ahmad Luthfi
Selain itu, ia juga meminta normalisasi sejumlah sungai di Kota Semarang, termasuk Sungai Babon, Sringin, dan Tenggang, yang berada di bawah naungan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, banjir yang melanda kawasan Kaligawe, Genuk, dan Sayung sejak 22 Oktober 2025 menjadi pengingat bahwa sistem pengendalian banjir di wilayah Pantura Jawa Tengah masih perlu diperkuat melalui kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah.
Direktur Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum, Dwi Purwantoro, memastikan bahwa pemerintah pusat siap menindaklanjuti usulan Gubernur Jawa Tengah. Selain mendukung penuh pengerukan Kolam Retensi Terboyo dan normalisasi sungai, Kementerian juga akan mengirimkan bala bantuan.
”Pompa akan kami datangkan dari Jakarta, Surabaya maupun dari Solo dalam minggu ini,” kata Dwi Purwantoro.
Tambah Pompa...
Bantuan yang segera dikirimkan tersebut meliputi lima buah pompa tambahan dengan total kapasitas mencapai 2.000 liter per detik. Selain itu, Kementerian juga akan mengupayakan penggantian pompa existing yang sudah berumur lebih dari lima tahun.
Saat ini, berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, total kapasitas pompa yang sudah dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.
Tim teknis dari BBWS Pemali Juana dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY telah berkoordinasi di lapangan untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainase secara menyeluruh.
Di akhir rapat, Gubernur Luthfi juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi hingga akhir tahun 2025.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, Kepala Stasiun Klimatologi Jateng Goeroeh Tjiptanto, serta para Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan BBPJN.



