Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Solo – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo tetap menjalankan tradisi sakral Tarian Bedhaya Ketawang meskipun jenazah Raja Paku Buwono (PB) XIII masih disemayamkan di Sasono Parasdya.

Latihan tari yang biasa digelar setiap Selasa Kliwon ini akan diselenggarakan di Sasono Wilopo, yang berdekatan dengan tempat persemayaman Raja.

Kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, menjelaskan bahwa Bedhaya Ketawang merupakan tarian tradisional yang hanya dipentaskan saat upacara tingalan jumenengan (peringatan kenaikan takhta) Raja.

Tradisi latihan sakral ini harus tetap dilaksanakan, terlepas dari suasana duka yang menyelimuti Keraton.

”Bedhaya Ketawang apapun suasananya tetap harus digelar, meskipun dalam suasana duka, itu bagian terpenting memang selalu diadakan. Kebetulan beliau meninggal mendekati Selasa Kliwon,” kata Eddy seperti dilansir Detik.com, Senin (3/11/2025).

KPH Eddy Wirabhumi menambahkan detail khusus mengenai pelaksanaan Bedhaya Ketawang pada Selasa (4/11/2025) besok.

”Isinya doa (saat disemayamkan). Kecuali Selasa Kliwon itu, biasanya bedhaya ketawang, karena ada jenazah di situ tarinya dihilangkan, gendingnya tetap dilantunkan. Selama 1,5 jam kurang lebih,” jelasnya.

Dengan demikian, pada Selasa Kliwon tersebut, yang akan tetap terdengar adalah gending (musik iringan) dari tarian sakral tersebut. Sedangkan gerak tarinya ditiadakan sebagai penghormatan kepada jenazah Raja.

Tradisi Sakral...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler