Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Demak – Seorang pesilat remaja anggota perguruan silat Pagar Nusa, Mohammad Bimo Saputra (17), dilaporkan meninggal dunia setelah dikeroyok sekelompok orang di kawasan Jembatan Layang (Flyover) Ganefo, Mranggen, pada Jumat (26/12/2025) dini hari.

Kabar mengenai insiden tragis ini sempat viral melalui pesan siaran di berbagai grup WhatsApp sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh pihak kepolisian pada Sabtu (27/12/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban yang merupakan warga Pedurungan, Kota Semarang, menghadiri pertemuan lintas daerah anggota Pagar Nusa di Lapangan Pucanggading, Mranggen, pada Kamis (25/12/2025) malam.

Usai acara, korban bersama rombongan berniat mengantar rekannya pulang ke arah Karangawen. Namun, saat melintas di Jalan Brigjend Sudiarto, tepatnya di depan kompleks Perumahan Plamongan Indah, mereka diduga berpapasan dengan kerumunan massa yang diduga tengah melakukan aksi balap liar.

Rombongan korban kemudian dikejar dan diteriaki "Gangster" sambil dilempari batu. Puncaknya terjadi di Flyover Ganefo, di mana motor korban diduga ditendang hingga terjatuh, dan korban dianiaya secara brutal oleh puluhan orang.

Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya laporan pengeroyokan tersebut. Ia menyatakan korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen namun nyawanya tidak tertolong.

”Setelah dilarikan ke rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia. Kami sudah menerima laporan dari Polsek Mranggen dan sedang melakukan penyelidikan intensif,” kata Anggah seperti dilansir Detik.com, Sabtu (27/12).

Terkait keterlibatan kelompok balap liar, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum bisa memberikan kesimpulan pasti.

Rekaman CCTV...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler