Gubernur Luthfi Klaim Kemiskinan Jateng di 2025 Turun Jadi 9,37 Persen
Supriyadi
Selasa, 31 Maret 2026 18:08:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengklaim angka kemiskinan di Jateng pada tahun 2025 turun dari dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Penurunan ini berkat turunnya angka pengangguran dan tumbuhnya ekonomi Jateng di atas nasional.
Pernyataan itu diungkapkan Gubernur Luthfi setelah mengikuti rapat paripurna dengan agenda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, di Gedung Berlian, Semarang pada Selasa (31/3/2026).
”Pembangunan wilayah kita output-nya adalah bagaimana masyarakat sejahtera. Ukurannya adalah bagaimana kita bisa menurunkan angka kemiskinan,” kata Luthfi.
Ucapan itu bukan isapan jempol belaka. Pada 2025, angka kemiskinan di Jawa Tengah turun dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen.
Sedangjan tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga mengalami penurunan 0,46 persen, dari 4,78 persen pada 2024 menjadi 4,32 persen pada 2025.
Hal itu juga didukung dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen atau di atas rata-rata nasional. Juga realisasi investasi yang mencapai Rp 88,8 triliun pada 2025.
”Ini berhasil kita lakukan dengan adanya kolaborasi berbagai pihak,” ucapnya.
Luthfi menjelaskan, parameter dalam penurunan angka kemiskinan tidak bisa fokus pada satu bidang tertentu. Sektor sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan menjadi satu kesatuan yang harus diintervensi bersama.
Kolaborasi...
- 1
- 2



