Misteri Mayat Perempuan dalam Plastik di Sukoharjo Tersingkap
Zulkifli Fahmi
Rabu, 17 April 2024 11:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Karanganyar – Misteri penemuan mayat perempuan dalam plastik yang ditemukan di Sukoharjo, perlahan tersingkap, Minggu (14/4/2024) pagi.
Penemuan mayat di Dukuh Gagan RT 2 RW 7, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto itu membuat geger warga setempat. Sebab saat ditemukan, jasad tersebut terbungkus plastik dan diduga merupakan korban pembunuhan.
Identitas mayat tersebut diketahui adalah Serlina (22) warga Dusun Dlangin Lor, Desa Lemahbang Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.
Tak hanya diduga dibunuh, beberapa barang berharga milik korban, yakni motor dan sejumlah uang THR milik korban juga raib.
Orang tua korban, Sarno mengungkapkan anaknya itu dibunuh dengan cara dicekik menggunakan sabuk karate. Jasadnya lalu dibuang dan ditemukan di parit, Desa Jatisobo Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (14/4/2024).
”Menurut keterangan polisi, anak saya meninggal akibat dibunuh. Leher Serlina dijerat dengan menggunakan sabuk karate,” ungkap Sarno, dikutip dari Jatengnews.id, Rabu (17/4/2024).
Ia mengatakan, saat ini Kepolisian Sukoharjo telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Serlina. Sementara satu terduga pelaku lainnya masih dalam pencarian.
”Menurut Polisi ada dua orang yang diduga pelaku. Satu orang sudah diamankan,” terangnya.
Terduga pelaku yang diamankan berinisial S. Ia menyebut, S merupakan kenalan korban.
- 1
- 2



