Sekda Jateng Sambut Penunjukan Desa Graduasi Pengentasan Kemiskinan
Zulkifli Fahmi
Senin, 24 Februari 2025 20:15:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Sekda Jateng Sumarno menyambut baik penunjukan desa-desa di Jateng untuk menjadi percontohan program Graduasi Pengentasan Kemiskinan.
Tercatat ada delapan desa yang ditunjuk, yakni Desa Dimoro (Grobogan), Desa Purwosari (Magelang), Desa Kalisalak (Banyumas), dan Desa Ngesrepbalong (Kendal).
Kemudian, Desa Kepuhsari (Wonogiri), Desa Pesodongan (Wonosobo), Desa Gambuhan (Pemalang) dan Desa Wlahar (Brebes).
Itu diungkapkan Sumarno saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Graduasi Bantuan Sosial, di Kantor Dinas Sosial Jawa Tengah, Senin (24/2/2025).
”Tentu saja kami menyambut baik, karena Jawa Tengah ditunjuk menjadi piloting. Konsep baru ini bisa terinternalisasi dengan program selama lima tahun ke depan,” kata Sumarno.
Ia menjelaskan, penanganan kemiskinan berbasis potensi desa juga menjadi program Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Potensi-potensi itu kemudian digerakan untuk menangani kemiskinan di desa.
”Hampir sama dengan konsep graduasi dari pemerintah pusat,” terang dia.
Angka Kemiskinan Turun...



