Heboh Petisi Penolakan Kebijakan Sekolah 6 Hari di Jateng
Zulkifli Fahmi
Rabu, 19 November 2025 11:04:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurutnya, banyak siswa SMA/SMK seluruh provinsi sudah merasa sangat tertekan dengan beban belajar saat ini. Dengan menambah hari sekolah, waktu rehat yang dibutuhkan siswa pun berkurang.
”Tidak ada jaminan bahwa siswa tidak akan merasa semakin lelah dan kurang termotivasi di ruang kelas,” tulisnya.
Ia juga mengungkapkan hasil survei dari berbagai lembaga pendidikan. Di mana, dalam survei itu menunjukkan adanya peningkatan kualitas kesehatan mental dan pencapaian akademik setelah sistem lima hari sekolah diterapkan.
Siswa juga menjadi lebih bersemangat dan lebih siap menghadapi tantangan akademis ketika mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat.
”Kita harus mendukung kesejahteraan siswa kita dan memastikan mereka mendapatkan pengembangan yang seimbang dalam pendidikan dan kehidupan pribadi,” jelasnya.
Untuk itu, ia memohon agar Pemprov Jateng mempertimbangkan kembali kebijakan sekolah enam hari dan tetap menjalankan sistem lima hari sekolah yang sudah terbukti efektif.



