Hadapi Perubahan Iklim, Pemkot Pekalongan Giatkan Program Ini
Zulkifli Fahmi
Sabtu, 6 Desember 2025 21:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pekalongan – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim terus dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Salah satunya yakni dengan menggiatkan Program Desa/Kelurahan Sehat Iklim. Program ini merupakan gerakan kolaboratif yang memfokuskan penguatan adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim lewat pendekatan Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarni mengatakan, perubahan iklim ini telah berdampak nyata pada kesehatan masyarakat.
”Mulai dari meningkatnya kasus demam berdarah, diare saat banjir, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), hingga risiko dehidrasi saat gelombang panas,” katanya, dikutip dari Antara, Sabtu (6/12/2025).
Melalui program ini, Pemkot Pekalongan berharap mampu menjadikan desa dan kelurahan tangguh iklim. Di mana, masyarakat menjadi sadar terhadap risiko dan mampu mengambil tindakan preventif.
”Oleh karena itu, untuk mengaktualisasikan program ini kami mengenalkan pada peserta untuk langkah adaptasi sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengenali tanda-tanda penyakit yang sering muncul akibat perubahan iklim,” katanya.
Ia menilai, dampak perubahan iklim saat ini makin dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama di sektor kesehatan.
Solusi...
Di kesempatan itu, ia mengajak masyarakat ikut memetakan risiko iklim di wilayahnya masing-masing agar dalam menyusun solusi dapat sesuai kondisi masyarakat.
”Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama bukan hanya sebagai penerima program,” katanya.
Menurutnya, program ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga menjangkau seluruh kelurahan dan tim yang telah terbentuk nantinya akan menjalankan rencana kerja sesuai permasalahan kesehatan yang ada di wilayah masing-masing.
Selain itu, kata dian, pihaknya juga akan menyiapkan mekanisme pengawasan dan verifikasi oleh petugas puskesmas setiap enam bulan sekali.
”Verifikasi ini bertujuan melihat implementasi program ini di lapangan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja yang telah disusun. Pemkot menargetkan seluruh kelurahan mengimplementasikan program ini pada 2029 sehingga tercipta masyarakat yang lebih adaptif dan sehat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” katanya.



