Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Batang – Akhirnya penyebab kematian mbah Legiman (67), warga Dukuh Plelen Bong, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah terungkap.

Kakek yang berporfesi sebagai tukang ojek itu diduga dibunuh dengan diracun. Atas dugaan itu, Polres Batang kemudian mengamankan dua orang terduga pelaku, yakni seorang pria dan wanita.

Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Imam Muhtadi membenarkan pihaknya telah mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan temuan sosok mayat pria.

”Dua orang kita amankan untuk dimintai keterangan. Seorang pria dan wanita,” kata Imam seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (18/12/2025).

Selain mengamakan dua orang terduga pelaku, polisi juga menemukan motor korban yang biasa digunakan untuk ngojek dan ditetapkan sebagai barang bukti.

Namun, pihaknya belum bisa mengungkapkan lebih jauh terkait kasus ini karena masih melakukan pemeriksaan mendalam. Termasuk motif dari pembunuhan tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, akhirnya ditemukan beberapa petunjuk yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Untuk motifnya, kami masih dalami dengan meminta keterangan dari para terduga pelaku. Indikasi awal, korban tewas akibat di racun,” jelas dia.

Bongkar Makam... 

Guna memastikan penyebab kematian korban, hari ini pihaknya mendatangkan Biddokes Polda Jateng, untuk melakukan ekshumasi jenazah korban.

”Pagi ini kami melakukan ekshumasi atau tindakan menggali kembali jenazah yang sudah dikubur untuk keperluan investigasi, pembuktian hukum (pidana). Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban yang mencurigakan atau mengungkap fakta,” kata Imam.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan awal, tim medis RSUD Limpung tak menemukan tanda-tanda kekerasan di luar tubuh korban. Saat itu, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

Namun, polisi menilai kematian mbah Legiman (67), tidak wajar. Terlebih, sejumlah barang milik korban, seperti kendaraan motor hilang.

Diketahui, mbah Legiman ditemukan tidak bernyawa di sebuah warung kosong di dukuh Sendangwungu desa Kutosari Gringsing, Batang, Selasa Pagi (16/12/2025).

Kondisi saat ditemukan, korban tengkurap dan tidak ditemukan identitas. Identitas korban terungkap, setelah pihak keluarga mengenali wajah korban. Korban setiap harinya sebagai tukang ojek pangkalan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini