Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Ia mengungkapkan, tersangka terakhir juga terlibat pengeroyokan terhadap pesilat dari Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Mohammad Bimo Saputra (17).

”Berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan dan bukti video yang kami miliki, dia ikut menginjak-injak korban di atas dan di bawah fly over. Barang buktinya jaket,” jelas Anggah.

Mulanya, Anggah melanjutkan, ia melihat kerumuman di wilayah Semarang sepulang mengaji. Ia kemudian ikut mengejar korban hingga ke TKP.

”Yang bersangkutan pulang ngaji, melihat ada keramaian di daerah Semarang yang menjadi titik awal pengejaran korban. Kemudian dia ikut mengejar dan mengeroyok di flyover,” beber Anggah.

Sementara dua remaja lain yang ditangkap bersamanya, kini masih berstatus sebagai saksi. Anggah mengungkapkan mereka berada di Jembatan Layang Ganefo saat peristiwa terjadi namun tidak terlibat pengeroyokan.

”Mereka berdua statusnya saksi. Saat kejadian yang bersangkutan ada di bawah flyover, tapi dari fakta-fakta yang ada memang tidak ada yang bisa mengarahkan keduanya ikut melakukan,” pungkas Anggah.

Sebelumnya... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler