Menurutnya, berdasarkan kesaksian Himawan, teman Syafiq Ali, keduanya sempat berada di puncak aliran air batas vegetasi.
”Jadi, berdasarkan saksi Himawan, Syafiq Ridhan Ali tersesat karena sebelumnya korban sempat mengalami kram sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan,” katanya.
Handika mengatakan sebanyak 62 personel diperkirakan kini sudah melewati pos satu. Tambahan pencarian terhadap korban ini akan dilakukan selama dua hari dan akan dihentikan pada Rabu (7/1/2026).
”Pencarian dilakukan mulai hari ini dan akan dihentikan besok, Rabu (7/1/2026). Semoga korban dapat segera ditemukan dengan selamat,” katanya.
Diketahui, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kramat Utara, Magelang Utara, hilang saat mendaki Gunung Slamet. Ia bersama Himawan mendaki melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Keduanya naik melalui jalur pendakian Dipajaya Clekatakan pada Jumat (27/12/2025) lalu. Namun, mereka tersesat dan Himawan ditemukan tim SAR Selasa (30/12/2025). Adapun Syafiq Ali hingga saat ini belum ditemukan.
Murianews, Pemalang – Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki hilang di Gunung Slamet masih belum ditemukan sejak Jumat (27/12/2025). Upaya pencarian pun masih terus dilakukan hingga kini, Selasa (6/1/2026).
Dalam operasi pencarian itu, Basarnas Semarang, Jawa Tengah kembali mengerahkan anggotanya. Sekitar 70 anggota dan relawan diterunkan untuk mencari pendaki asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu.
Staf Basarnas Semarang Handika Hengki mengatakan, mulanya sebanyak 120 orang yang ingin terlibat dapam pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet tersebut.
Namun, setelah dipertimbangkan dengan segala konsekuensinya, akhirnya diputuskan hanya 70 orang yang diterjunkan. Mereka melakukan pencarian dalam empat tim yang tersebar di seumlah titik.
”Ya, saat ini kami bersama sukarelawan melanjutkan pencarian yang dimulai dari basecamp (titik kumpul) pada pukul 07.00 WIB. Saat ini diperkirakan tim pencari dan penyelamat ini sudah sampai di pos pertama jalur pendakian,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (6/1/2026).
Meski jumlah anggota pencarian dikurangi, Basarnas memastikan para personel atau sukarelawan yang dilibatkan telah memiliki kualifikasi dan spesifikasi.
Selain itu, pihaknya juga mengizinkan orang tua Syafiq Ridhan Ali Razan, Dhani untuk ikut pencarian terhadap anaknya yang kini diduga masih tersesat.
”Kemarin memang enggak jadi mendaki mencari korban karena ditutup. Dengan kondisi cuaca cerah, cuma hari ini keluarga bersama tiga tim ikut naik untuk menyisir di pos tiga dan pos lima ke bawah, sedangkan lainnya melakukan penyapuan ke lokasi puncak aliran air batas vegetasi yang berada di batas jalur Baturaden, Banyumas,” katanya.
Diduga tersesat di jalur air...
Menurutnya, berdasarkan kesaksian Himawan, teman Syafiq Ali, keduanya sempat berada di puncak aliran air batas vegetasi.
”Jadi, berdasarkan saksi Himawan, Syafiq Ridhan Ali tersesat karena sebelumnya korban sempat mengalami kram sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan,” katanya.
Handika mengatakan sebanyak 62 personel diperkirakan kini sudah melewati pos satu. Tambahan pencarian terhadap korban ini akan dilakukan selama dua hari dan akan dihentikan pada Rabu (7/1/2026).
”Pencarian dilakukan mulai hari ini dan akan dihentikan besok, Rabu (7/1/2026). Semoga korban dapat segera ditemukan dengan selamat,” katanya.
Diketahui, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kramat Utara, Magelang Utara, hilang saat mendaki Gunung Slamet. Ia bersama Himawan mendaki melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Keduanya naik melalui jalur pendakian Dipajaya Clekatakan pada Jumat (27/12/2025) lalu. Namun, mereka tersesat dan Himawan ditemukan tim SAR Selasa (30/12/2025). Adapun Syafiq Ali hingga saat ini belum ditemukan.