Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pemalang – Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengingatkan pentingnya penguatan hutan lindung saat meninjau lokasi yang mengalami dampak banjir bandang terparah di Pemalang, Minggu (25/1/2026).

Sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang Jateng rusak akibat terjangan bencana tersebut. Tampak material kayu batangan ikut hanyut dan memperparah kerusakan di kawasan Lereng Gunung Slamet itu.

Gus Yasin, sapaan akrabnya menyebut pohon-pohon tersebut murni tercabut akibat kuatnya arus banjir. Indikasi itu dilihat dari kondisi akar yang masih baik.

”Kalau melihat akarnya masih segar. Itu karena tergerus derasnya arus,” katanya.

Ia menjelaskan, pada 2017 lalu, kawasan tersebut mengalami kebakaran lahan yang cukup besar. Material sisa kebakaran yang belum dibersihkan dalam peristiwa itu juga kemungkinan ikut terbawa arus.

Pihaknya pun akan melakukan pemetaan lebih lanjut guna memastikan penyebab banjir bandang itu secara komprehensif. Hanya, kondisi cuaca membuat pemantauan menggunakan drone maupun pengawasan lapangan belum memungkinkan.

”Dalam waktu dekat ini kita coba nanti kita lihat situasi, karena situasinya masih mendung, masih gelap,” katanya.

Momentum... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler