Pesantren di Jateng Didorong Jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi
Zulkifli Fahmi
Senin, 26 Januari 2026 15:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mendorong agar pesantren di Jawa Tengah dapat menjadi penggerak kemandirian ekonomi di daerah.
Itu diungkapkannya saat menghadiri acara Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an di Ponpes Manba’ul Hikmah, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jateng, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, pesantren punya peran strategis untuk menjadi penggerak kemandirian ekonomi di daerahnya masing-masing.
Karenanya, selain belajar ilmu agama, para santri di pondok pesantren didorong bisa belajar wirausaha, sehingga mampu mengembangkan perekonomian pesantren.
”Santri jangan hanya mengajarkan ilmu, akan tetapi juga harus memberikan suri tauladan bagaimana mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan di lingkungan pondok pesantren,” tutur Taj Yasin.
Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, pesantren bukan sekadar pusat ilmu agama, melainkan juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.
Level yang baik...
- 1
- 2



