Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Batang – Jalan di Desa Pranten dan Rejosari Kecamatan Bawang tertimbun longsor, Senin (26/1/2026). Pemkab Batang mengirim dua alat berat ke lokasi tersebut, Selasa (27/1/2026), untuk membuka akses tersebut.

Kadinas PUPR Batang Endro Suryono mengatakan, jalan yang tertimbun longsor mencapai 100 meter dan ada kendala lain. Penanganan pembukaan aksespun harus menggunakan alat berat.

”Di Pranten itu ada dua lokasi yaitu di jalur Deles–Rejosari dengan panjang timbunan sekitar 100 meter. Kemudian, kedua di Pranten bagian atas yang kondisinya juga cukup berat,” katanya, dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).

Endro memperikirakan penanganan akses jalan tersebut membutuhkan waktu sekita satu pekan, terutama di wilayah Pranten bagian atas.

”Di lokasi itu, material longsor tidak hanya menutup jalan, tetapi juga dilaporkan menimbun satu hingga dua rumah warga serta satu unit sepeda motor,” katanya.

Dua alat berat diturunkan di masing-masing lokasi yang berbeda agar penanganan bisa dilakukan secara paralel. Sebab, kedua jalur yang terdampak, sama-sama parah.

Bahkan, Endro menambahkan, jalur Deles menuju Rejosari sempat tertutup total akibat longsor, sedangkan jalur Pranten atas juga memutus akses penting termasuk menuju fasilitas pendidikan.

”Yang menuju akses pendidikan, seperti SMP Negeri 4 Bawang, juga terdampak. Oleh karena itu dua lokasi itu kami prioritaskan. Saat ini alat berat masih beroperasi di lokasi sehingga pengguna jalan diminta ekstra hati-hati,” katanya.

Untuk itu pihaknya akan melakukan kajian lanjutan terkait tata ruang, tata guna lahan, serta aspek bangunan gedung di wilayah terdampak bencana, guna mengurangi risiko kejadian serupa ke depan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler