Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Sejumlah pesisir Jawa Tengah di landa banjir beberapa waktu lalu. Pemprov Jateng masih melakukan pendataan kerugian yang dialami para petambak akibat bencana itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng Endi Faiz Effendi mengatakan, sejumlah lahan tambak terkena dampak banjir, terutama di Kabupaten Pati dan Kabupaten Pemalang.

Tambak-tambak budidaya ikan di sana mengalami kerusakan cukup parah. Di Pati, sebanyak 1,257 hektare tambak terdampak banjir dengan perkiraan kerugian sementara Rp 17 miliar.

Ia menjelaskan, tambak tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Margoyoso, Dukuhseti, Tayu, Kayen, Gabus, dan lainnya masih dalam verifikasi.

Dari enam kecamatan itu, total ada 19 desa yang terdampak, dengan komoditas utamanya adalah ikan nila salin yang sebagian besar sudah siap dipanen saat banjir datang.

”Dia mau panen, siap panen malah ngintir (terkena arus banjir). Kasihan kan, misalkan tanggul pecah atau airnya justru di atas tanggul, akhirnya ikannya ikut keluar. Kalau misal satu ton harganya per kilogram Rp 18.000, sudah berapa juta itu,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026).

Sejauh ini, ia mengaku masih melakukan verifikasi untuk memastikan secara pasti nilai kerugian akibat dampak banjir di Pati.

Selain itu, pihaknya juga mendapat laporan tambak terdampak banjir di Kabupaten Pemalang, tepatnya di Desa Sidokare. Hanya, hingga kini data luasan serta nilai kerugiannya masih dihimpun.

Wilayah Lain... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler