Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Puluhan pusaka dari seantero Nusantara dipamerkan dalam kegiatan Pameran Pusaka Nasional ”Keris re(imagined): Napas Baru Warisan Leluhur” di Hotel Front One HK Semarang, Jawa Tengah, Jumat-Minggu (13-15/2/2026).
Ketua panitia pameran Ridwan Maulana Yasifun, menjelaskan pameran yang dimotori dua paguyuban di Kota dan Kabupaten Semarang itu menghadirkan 61 bilah pusaka dari seluruh Indonesia.
”Ada 61 bilah pusaka berasal dari seluruh Indonesia. Juga dari berbagai masa, yang paling tua ada dari masa Medang dan yang terbaru baru berapa bulan jadi pun ada. Jadi, dari masa yang sangat panjang,” katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (14/2/2026).
Pemeran itu diselenggarakan dengan tujuan mengenalkan keris serta pusaka nusantara, khususnya pada generasi muda. Dengan begitu, diharapkan akan muncul kecintaan terhadap pelestariannya.
Ia mengaku sengaja menggelar pameran yang berbeda dengan pameran tosan aji atau pusaka yang biasa digelar di beberapa tempat, misalnya warna latar belakang yang dulu dominan merah kini berganti navy.
”Itu supaya me-refresh pemahaman pencitraan kita, alam pikir kita tentang konsep pameran pusaka. Juga tujuan kami adalah untuk menarik generasi muda. Generasi yang belum mengerti atau mencintai pusaka,” katanya.
Selain pameran pusaka, pihaknya juga menggelar beragam kegiatan lain, seperti bursa jual-beli keris yang diikuti para pecinta keris dan tosan aji.
Selain itu, mereka juga menggelar agenda edukasi, seperti peluncuran buku, diskusi atau sarasehan tentang siraman atau jamasan pusaka Mentaraman.
Bedah Makna Pusaka...
- 1
- 2



