Diketahui, WN Singapura berinisial S (80) itu ditemukan di Sungai Citanduy, Bendung Manganti, Kecamatan Wanarejo, Kabupaten Cilacap.
Dalam pemerisaan polisi, terungkap pembunuhan itu dilakukan karena cemburu. Kapolrestabes Cilacap Kombes Budi Adhy Buono mengatakan, korban diketahui dekat dengan seorang perempuan yang ternyata sudah memiliki kekasih.
”Motifnya cemburu, karena korban ini senang dengan seorang perempuan. Sementara perempuan tersebut sudah memiliki pacar,” kata Budi seperti dikutip dari Detik.com, Sabtu (28/3/2026).
Dari pemeriksaan itu, polisi menemukan petunjuk di mana otak pembunuhan WN Singapura tersebut adalah A alias E kekasih dari si perempuan yang didekati korban.
Kini, A alias E masuk dalam pengejaran. Ia diketahui berasal dari Sukabumi, Jawa Barat dan telah mengenal dua pelaku H dan K yang sudah ditangkap. Mereka saling kenal karena pernah bekerja bersama beberapa waktu lalu.
”Antara pelaku yang DPO dengan pelaku lainnya ini sudah saling kenal, bahkan sudah lama kenal karena pernah bekerja bersama. A merupakan kekasih Lina yang merasa cemburu dengan korban," ujarnya.
Budi menjelaskan, awal mula korban mengenal perempuan yang ternyata kekasih otak pembunuhan itu yakni saat menjalani pengobatan alternatif di Sukabumi. Korban kemudian mengenal kedua orang tua perempuan tersebut.
Murianews, Cilacap – Polisi mengungkapkan motif dibalik pembunuhan warga negara (WN) Singapura yang mayatnya dicor di Bendung Manganti, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Diketahui, WN Singapura berinisial S (80) itu ditemukan di Sungai Citanduy, Bendung Manganti, Kecamatan Wanarejo, Kabupaten Cilacap.
Dalam pemerisaan polisi, terungkap pembunuhan itu dilakukan karena cemburu. Kapolrestabes Cilacap Kombes Budi Adhy Buono mengatakan, korban diketahui dekat dengan seorang perempuan yang ternyata sudah memiliki kekasih.
”Motifnya cemburu, karena korban ini senang dengan seorang perempuan. Sementara perempuan tersebut sudah memiliki pacar,” kata Budi seperti dikutip dari Detik.com, Sabtu (28/3/2026).
Dari pemeriksaan itu, polisi menemukan petunjuk di mana otak pembunuhan WN Singapura tersebut adalah A alias E kekasih dari si perempuan yang didekati korban.
Kini, A alias E masuk dalam pengejaran. Ia diketahui berasal dari Sukabumi, Jawa Barat dan telah mengenal dua pelaku H dan K yang sudah ditangkap. Mereka saling kenal karena pernah bekerja bersama beberapa waktu lalu.
”Antara pelaku yang DPO dengan pelaku lainnya ini sudah saling kenal, bahkan sudah lama kenal karena pernah bekerja bersama. A merupakan kekasih Lina yang merasa cemburu dengan korban," ujarnya.
Budi menjelaskan, awal mula korban mengenal perempuan yang ternyata kekasih otak pembunuhan itu yakni saat menjalani pengobatan alternatif di Sukabumi. Korban kemudian mengenal kedua orang tua perempuan tersebut.
Melamar...
Dari pertemuan itu, tak lama kemudian, korban mengungkapkan perasaannya pada orang tua perempuan tersebut dan mau melamar. Namun, si perempuan itu tidak mau karena sudah memiliki pacar.
Mengetahui kekasihnya dilamar, rencana pembunuhan pun disiapkan. Para pelaku bahkan diduga telah menyiapkan rumah kontrakan di wilayah Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi. Di rumah yang baru disewa sekitar satu bulan itu, aksi pembunuhan dilakukan.
Korban kemudian datang dari Jakarta menuju Sukabumi menggunakan mobil untuk menemui perempuan tersebut. Namun, korban justru diarahkan ke kontrakan itu sebelum akhirnya dibunuh.
”Tapi, perempuan ini tidak mengetahui kalau korban bakal dieksekusi,” ujarnya.
Setelah korban meninggal, para pelaku kemudian membawa jasadnya untuk dibuang. Setelah berkeliling sekitar 30 menit, para pelaku kemudian membuat jasad korban di wilayah Cilacap.
”Setelah dieksekusi, pelaku sempat berputar, lalu berdiskusi sebelum akhirnya membuang jasad ke bendungan di Cilacap,” jelas Budi.
Lokasi pembuangan pun bukan dipilih secara acak. Pelaku diketahui telah mengetahui adanya bendungan di perbatasan wilayah tersebut.
”Pembuangan tidak random, mereka sudah tahu ada bendungan di wilayah perbatasan Cilacap,” ungkapnya.
Hilangkan Jejak...
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dicor menggunakan adonan semen sebagai pemberat agar tenggelam. Namun, beberapa waktu kemudian jasad tersebut muncul ke permukaan dan ditemukan warga.
”Awalnya jenazah tidak muncul ke permukaan karena diberi pemberat dari semen. Namun saat ditemukan warga, posisinya sudah mengambang di Sungai Citanduy,” pungkasnya.
Saat ini, penyidik masih berkoordinasi dengan kepolisian di Jawa Barat untuk memburu pelaku utama yang masih buron serta mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.