Jadi Percontohan, MBG di Jateng Bakal Sajikan Menu Ikan 2 Kali Sepekan
Zulkifli Fahmi
Senin, 13 April 2026 16:00:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Menu ikan bakal disajikan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama dua kali sepekan. Percontohan menu pengembangan ini akan di awali di Jawa Tengah (Jateng).
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara mengatakan, dipilihnya Jateng jadi percontohan karena memiliki SPPG hingga 3.741 titik yang telah beroperasi.
”Jawa Tengah luar biasa dukungannya untuk MBG. SPPG-nya termasuk yang paling banyak, banyak yang sudah dapat sertifikasi. Kami mencoba melihat Jawa Tengah ini sebagai pilot project,” kata Dandy seperti dikutip dari Detik.com, Senin (13/4/2026).
Nantinya, pihaknya akan menghubungkan unit pengolahan ikan dan produk ikan para UMKM untuk menyuplai SPPG. Dengan begitu diharapkan bakal banyak menu ikan dalam MBG.
”Kalau yang kami dengar sudah banyak SPPG langsung berhubungan dengan UMKM. Ke depannya kita berharap, kalau bisa semua SPPG selalu konsisten memasukkan menu ikan dalam menu MBG setiap hari,” urainya.
Ia menyebut, upaya ini menjadi bagian dari program Gemar Makan Ikan yang juga digalakkan pemerintah. Menurutnya, bila nantinya disetujui, menu ikan dalam MBG akan disajikan dua kali sepekan secara nasional.
Dandy menyebut, saat ini frekuensi menu ikan dalam MBG di berbagai daerah masih bervariasi, yakni sepekan atau dua pekan sekali. Namun, untuk rencana sepekan dua kali, pihaknya masih menunggu.
”Karena kekuatan hulunya (regulasi) juga harus kita siapkan. Unit pengolahan ikan harus siap menghadapi ini. Baik infrastrukturnya, sertifikasinya,” ucapnya.
- 1
- 2



