Kebut Perbaikan Jalan Rusak di Jateng, Luthfi Refocusing Rp200 M
Zulkifli Fahmi
Senin, 8 Juni 2026 19:22:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Percepatan perbaikan jalan rusak di Jateng terus diupayakan. Untuk mempercepat pengerjaannya, Pemprov Jawa Tengah melakukan refocusing anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar.
Penambahan anggaran itu dilakukan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Di mana, ada beberapa anggaran digeser untuk pemeliharaan jalan.
Itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai Rapat Evaluasi APBD Tahun 2026 dan Persiapan APBD Perubahan 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (8/6/2026).
”Daripada menunggu anggaran perubahan September, kita membuat Perkada (Peraturan kepala daerah) untuk menggeser beberapa anggaran yang kita gunakan untuk pemeliharaan jalan,” kata Luthfi.
Refocusing itu dilakukan guna menggenjot kembali perbaikan jalan rusak di Jateng. Diketahui, kemantapan jalan provinsi menurun karena musim hujan yang panjang hingga awal 2026.
”Hari ini saya putuskan dengan Wagub, Sekda, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahwa khusus infrastruktur akan kita buatkan Perkada,” jelasnya.
Targetkan Mantap...
Ia berharap, jalan-jalan provinsi yang saat ini rusak berat dapat diperbaikan dengan kegiatan pemeliharaan dan peningkatan jalan dalam waktu dekat.
Mantan Gubernur Jateng itu menargetkan, jumlah jalan provinsi dalam kondisi mantap kembali ke angka 94,4 persen.
”Saya ingin 2026 ini kembali ke 2025 bahwa kemantapan jalan provinsi harus 94,4 persen,” tegasnya.
Luthfi menjelaskan, dana dari refocusing tersebut akan diprioritaskan untuk jalan-jalan provinsi yang rusak berat. Salah satinya yakni, jalan provinsi Randublatung-Cepu yang sempat viral.
Selain itu, jalan rusak di wilayah Solo Raya, dan Jalan Keling-Kelet Kabupaten Jepara, juga menjadi sasaran unutk mendapatkan perbaikan.
”Memang tidak bisa kita bangun jalan itu sakdek saknyet (seketika). Jadi perlu adanya lelang, perlu adanya penggeseran anggaran, perlu adanya Perkada untuk mengubah agar kita tidak melanggar peraturan. Jadi tidak bisa langsung, intinya kita bisa melakukan itu,” jelas Luthfi.
Target 96 persen mantap...
Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro menambahkan, melalui Perkada 2026, anggaran perbaikan jalan rusak di Jateng mendapatkan alokasi tambahan sekitar Rp200 miliar.
Tambahan itu sudah diploting untuk usualan yang sudah diajukan. Titik lokasi yang akan menjadi sasaran tersebar di seluruh Jawa Tengah, termasuk ruas Randublatung-Cepu, Keling-Kelet Jepara, Wonogiri dan Soloraya, dan beberapa titik lainnya.
”Harapannya nanti posisi kemantapan jalan di akhir 2026 nanti bisa naik,” katanya.
Berdasarkan hitungan akhir, tambahan sekitar 200 miliar serta APBD perubahan dapat mengembalikan kemantapan jalan provinsi hingga 96 persen.
”Jadi perbaikan jalan rusak di Jawa Tengah melalui dua cara. Pertama, melalui Bidang Bina Marga dengan pengaspalan jalan dua lapis. Kedua, melalui Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) dengan pengaspalan satu lapis. Peningkatan jalan masuknya ke Bidang Bina Marga,” katanya.



