Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang Pemkot Semarang, Jateng mulai memetakan wilayah terdampak kemarau tahun ini. Setidaknya ada empat wilayah yang masuk zona rawan kekeringan.

Berdasarkan data BPBD Kota Semarang, empat wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tembalang (Kelurahan Rowosari dan Mangunharjo), Kecamatan Banyumanik (Kelurahan Jabungan).

Kemudian, Kecamatan Gunungpati (Kelurahan Cepoko), Kecamatan Ngaliyan (Kelurahan Wonosari). Meski begitu, ada wilayah yang masuk dalam pantauan khusus, yakni Kecamatan Genuk.

Keempat wilayah menjadi perhatian Pemkot Semarang, terutama penyiagaan dan pendistribusian air bersih.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan pihaknya telah memperketat kesiapsiagaan seluruh jajaran instansi guna mengantisipasi bahaya kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau.

Langkah yang dilakukan mencakup pengamanan pasokan air irigasi, pengelolaan sumber air warga, hingga skema percepatan distribusi air bersih ke pemukiman rawan.

”Mayoritas wilayah rawan ini berada di area perbukitan yang minim sumber mata air serta belum sepenuhnya terjangkau jaringan PDAM,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (27/7/2026).

Siagakan 900 Ribu Liter Air Bersih 

Melalui BPBD, Pemkot Semarang juga telah menyiagakan cadangan logistik berupa air bersih sebanyak 900.000 liter yang diproyeksikan aman hingga akhir tahun.

Selain itu, Pemkot Semarang menyiagakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk penyaluran air secara berkala untuk memastikan penanganan dampak kemarau yang terukur.

Hingga kini, pihaknya telah menyalurkan 48.000 liter air bersih atau sekitar delapan truk tangki ke sejumlah lokasi, meliputi Kelurahan Kalipancur, Perumahan Permata Tembalang, Griya Permata Permai, Perumahan Lestari Indah, Kelurahan Bulusan, dan Kantor BPBD.

”Kami memastikan sinergi lintas sektor antara BPBD, PDAM, hingga jajaran kewilayahan berjalan responsif. Jika ada wilayah yang mulai mengalami keterbatasan air, warga dapat melapor melalui pengurus RT/RW agar pengiriman bantuan armada tangki bisa segera kami jadwalkan,” katanya.

Jamin Pasokan Air Irigasi 

Adapun untuk sektor pertanian dan irigasi, ia memastikan bahwa jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang terus bekerja menjaga ketersediaan pasokan air di lapangan, baik dari bendung-bendung sungai dan sendang-sendang yang ada.

”Menghadapi musim kemarau ini pasokan air irigasi masih aman. Saat ini yang dilakukan DPU Kota Semarang untuk menjamin amannya pasokan adalah menjaga bendung dan saluran irigasi dari kebocoran, sampah, serta endapan tanah sehingga aliran berjalan lancar,” katanya.

Ia memaparkan pemenuhan irigasi di Kota Semarang lebih banyak mengandalkan bendung ketimbang embung sehingga keberadaan puluhan sendang di kawasan perbukitan juga dipastikan masih mengalir normal dan dapat dimanfaatkan warga sekitarnya selama kemarau.

”Karena ada potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) dari perkiraan BMKG, saya harap seluruh masyarakat Kota Semarang untuk tetap menggunakan air secara bijak dan efisien,” pungkasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler