Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Sragen – Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Desa Banaran, Sragen, menuai polemik. Pasalnya, lokasi SPPG Sragen tersebut ternyata berdampingan langsung dengan kandang babi.

Pemilik peternakan babi, Angga Wiyana Mahardika, mengungkapkan jika pihak pengelola awalnya mengaku akan membangun minimarket, bukan dapur umum. 

Menurut Angga, tidak ada pemberitahuan resmi terkait perubahan fungsi lahan tersebut menjadi SPPG Sragen.

”Awalnya bilang mau buat minimarket. Tapi tiba-tiba jadi dapur MBG tanpa ada konfirmasi ke saya,” jelas Angga sebagaimana dilansir dari detikcom, Selasa (6/1/2026). 

Ia juga menyangsikan klaim pengelola yang mengaku tidak tahu keberadaan kandang babi. Pasalnya, aroma khas peternakan yang menyengat di lokasi sudah menjadi tanda sendiri.

Pihak pengelola SPPG, melalui PIC Aan Juliyatmoko, membenarkan adanya perubahan rencana dari minimarket menjadi dapur MBG guna mendukung program Badan Gizi Nasional (BGN). 

Namun, ia menyebut negosiasi dengan pemilik kandang berjalan alot karena nilai kompensasi yang dianggap terlalu tinggi.

Belum ada titik tengah... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler