Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mencatat nilai ekspor daerah hingga akhir Agustus 2024 mencapai Rp 179,67 miliar atau setara dengan 11,55 juta dolar AS. Ekspor tersebut didominasi oleh produk tekstil dan olahan ikan yang dikirim ke berbagai negara.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pekalongan, Supriono mengatakan, negara tujuan ekspor meliputi China, Malaysia, Arab Saudi, Vietnam, India, Pakistan, Somalia, dan Amerika Serikat. Pencapaian ini, menurutnya berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

”Peningkatan nilai ekspor berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, dan tentunya meningkatkan devisa negara,” ujar Supriono dikutip dari Antara, Rabu (09/10/2024).

Untuk terus meningkatkan nilai ekspor, lanjut Supriono, pemerintah daerah memberikan berbagai bentuk dukungan kepada pelaku UKM. Di antaranya pelatihan, pendampingan, dan promosi melalui pameran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempertemukan pelaku UKM dengan calon pembeli melalui kegiatan business matching.

Selain itu, pihaknya juga mendorong para pelaku UKM untuk memanfaatkan fasilitas Free Trade Agreement (FTA) Center Semarang guna memahami perjanjian perdagangan internasional.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tarif perdagangan yang berlaku antar negara, diharapkan pelaku ekspor-impor bisa meminimalisasi biaya yang dikeluarkan.

”Kami memberikan wawasan terkait perjanjian perdagangan bebas dan kepabeanan di Bea Cukai Tanjung Emas Semarang agar UKM dapat memanfaatkan peluang yang ada,” kata Supriono.

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler