Ekonomi Jateng Tumbuh 4,98 Persen, Ungguli DKI Jakarta
Zulkifli Fahmi
Selasa, 6 Februari 2024 10:15:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Ekonomi Jawa Tengah tumbuh mencapai 4,9 persen pada 2023. Angka tersebut sedikit mengunugguli provinsi DKI Jakarta dengan pertumbuhan sebesar 4,96 persen.
Kepala BPS Jawa Tengah Dadang Hardiwan mengatakan, ekonomi Jateng mampu bertumbuh meski berada di tengah ketidak pastian ekonomi global. Seluruh kategori lapangan usaha dan komponen pengeluaran menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Pertumbuhan ekonomi itu, lanjut dia, memberikan dampak positif pula terhadap masyarakat. Dampak positif itu ditandai dengan semakin meningkatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,68%.
Ia menyebut ada empat industri usaha yang menyokong pertumbuhan ekonomi di Jawa tengah. Keempatnya yakni, industri pengolahan, kontruksi, perdagangan, dan pertanian.
Hanya saja, sektor pertanian mengalami perlambatan karena bencana akibat dampak dari El Nino.
”Empat ini (industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, pertanian) sampai 70 persen yang memberikan kontribusi ekonomi Jawa Tengah,” kata Dadang, Selasa (6/2/2024).
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan, meski mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, ekonomi Jawa Tengah cukup tangguh. Sebab, di tengah ketidakpastian global dan bencana dari dampak El Nino, ekonomi Jawa Tengah mampu lebih unggul di banding DKI Jakarta.
”Kita relatif tangguh, meski mengalami penurunan dibanding tahun 2022 (tahun 2022 tumbuh 5,31 persen),” kata dia.
Buktinya, Jawa Tengah mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Kondisi ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan penyediaan tenaga kerja.
Selain itu, inflasi di Jateng dalam tiga bulan terakhir juga turun dari 3,16% jadi 2,98%, dan di bulan ini turun lagi jadi 2,69%.
”Ini suatu hal yang sangat positif tentunya untuk pertumbuhan ekonomi Jateng,” kata dia
Ke depan, lanjut dia, pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan langkah-langkah untuk menumbuhkan perekonomian di wilayahnya.
Langkah itu di antaranya, melakukan Gerakan Pasar Murah, pengawalan investasi, pelayanan perizinan, serta fasilitasi kemitraan usaha menengah besar dan menengah kecil.



