Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Ia berharap, upaya tersebut dapat menghalau kemungkinan terburuk dari cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi hingga akhir Januari mendatang.

Diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrem masih mengancam sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Itu dipicu dari kondisi atmosfer yang terjadi di sekitar wilayah Jawa Tengah.

Kepala Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Yoga Sambodo mengatakan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase 3 berkontribusi terhadap peningkatan intensitas curah hujan di wilayah Jawa Tengah.

”Hingga akhir Januari sampai awal Februari 2025 diprediksi berada pada fase 4 dan 5, namun bersifat lemah,” kata Yoga.

Kemudian, terdapat gelombang Kelvin dan Rosby di wilayah Jateng pada periode 27-30 Januari yang berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Kondisi ini juga memberi dampak potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah jawa tengah.

Pada periode hingga 31 Januari 2025, mayoritas wilayah di Jateng masuk dalam kategori waspada hingga awas. Sebab, wilayah-wilayah itu diperkirakan masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler