Gus Yasin: Keselarasan Kurikulum SMK dengan Dunia Usaha Diperlukan
Zulkifli Fahmi
Rabu, 26 Februari 2025 19:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Magelang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan keselarasan kurikulum SMK dengan dunia usaha dan industri perlu terus dilanjutkan.
Gus Yasin menyebut upaya itu untuk menekan tiket pengangguran. Menurutnya, keselarasan itu harus dioptimalkan agar lulusan SMK dapat sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Itu diungkapkannya usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SMK Ma'arif, Kota Magelang, Rabu (26/2/2025).
”Untuk mengatasi pengangguran, (sekolah) akan kita match-kan dengan DUDI (dunia usaha dan industri),” kata Taj Yasin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah menunjukkan tren menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Tercatat, pada 2021 angka pengangguran berada pada 5,95 persen, kemudian turun menjadi 5,57 persen pada 2022, dan 5,13 persen pada 2023. Sedangkan Agustus 2024 turun menjadi 4,78 persen.
Penurunan angka pengangguran tersebut tidak lepas dari program-program yang dibuat Pemprov Jateng. Salah satunya, link and match pada SMK dengan dunia usaha dan industri.
Pelatihan pada Masyarakat...
- 1
- 2



