Modifikasi Cuaca Dilakukan, Atasi Banjir Grobogan dan Semarang
Zulkifli Fahmi
Sabtu, 25 Oktober 2025 11:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Operasi modifikasi cuaca dilakukan dalam penanganan bencana banjir di Kota Semarang dan Grobogan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi ini untuk mengurangi curah hujan di dua wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pesawat yang bertugas untuk melakukan operasi modifikasi cuaca ini akan diterbangkan dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Pesawat tersebut membawa 10 ton NaCl dan 2 ton CaO yang nantinya ditebarkan secara berkala di atas wilayah yang dilanda banjir tersebut.
”Modifikasi cuaca bertujuan untuk redistribusi curah hujan agar tidak turun di wilayah yang saat ini tergenang banjir,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (25/10/2025).
Kawasan yang menjadi perhatian utama dalam operasi ini yakni daerah hulu Sungai Tuntang dan Sungai Lusi yang melintas di Kabupaten Grobogan.
Selain itu, modifikasi cuaca juga difokuskan untuk mengatur hujan agar tidak turun di wilayah Kota Semarang yang saat ini masih dilakukan penanganan banjir.
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jateng masih akan dilanda hujan dengan intensitas tinggi hingga awal November 2025 nanti.
Dilakukan hingga lima hari...
- 1
- 2



