TKD Dipangkas, DPRD Jateng Dorong Pemprov Kreatif Gali PAD
Zulkifli Fahmi
Rabu, 8 April 2026 13:14:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Beberapa OPD, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diharapkan tak sekadar menyodorkan angka, namun juga strategi konkret terkait intensifikasi tunggakan pojak.
”Bagaimana mengurai tunggakan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang nominalnya masih sangat besar agar tidak menjadi piutang macet yang persisten,” kata Sumanto.
Ketua DPRD Jateng Sumanto dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin saat menghadiri Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2027 di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2026). (Murianews/Humas DPRD Jateng)
Di kesempatan itu, Sumanto juga mengapresiasi pendapatan retribusi daerah yang mencapai 123,05 persen pada 2025. Tren positif itu harus dipertahankan melalui peningkatan kualitas layanan baik BLUD dan objek jasa usaha lainnya.
”Kontribusi dividen harus tetap dijaga keseimbangannya antara setoran PAD dan kebutuhan penyertaan modal untuk penguatan usaha,” ungkapnya.
Ia berharap agenda rakor tersebut dapat menghasilkan kesepakatan target yang reliablel. Salah satunya, memastikan keberlanjutan fiskal agar program prioritas pembangunan, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur tetap berjalan.



