Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengelolaan sampah menjadi energi. Terbaru, pengelolaan sampah di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal akan dijadikan energi listrik.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan MoU Penyelenggaraan Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik antara Pemprov Jateng dengan Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal di Kantor Gubernur Jateng, Sabtu (28/3/2026).

Hadir di kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.

Dalam agenda itu, Ahmad Luthfi menegaskan, kesepakatan bersama itu merupakan bagian upaya percepatan penanganan sampah di Jawa Tengah. Hal ini sebagai tindak lanjut dari kebijakan Presiden Prabowo yang menargetkan persoalan sampah tuntas pada 2029.

”Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Satgas Sampah untuk menjabarkan perintah Bapak Presiden sesuai RPJMN, bahwa pada 2029 harus zero sampah,” kata Luthfi.

Pemprov Jateng sendiri telah menyusun strategi penanganan sampah berdasarkan skala timbulan sampah di masing-masing wilayah.

Di mana, daerah yang memiliki volume sampah di atas 1.000 ton per hari didorong menggunakan pendekatan regional. Sedangkan, daerah dengan timbulan lebih kecil diarahkan ke pengolahan berbasis refuse derived fuel (RDF).

”Sudah ada tiga kabupaten membentuk RDF, lalu bekerja sama dengan pabrik semen, yaitu Banyumas, Cilacap, dan Magelang. Kemudian enam kabupaten juga kita menuju ke RDF,” ujarnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler